بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله وبركاته
Allah memberikan waktu tertentu dengan keutamaan dan kemulian
yg berbeda. salah satunya waktu yang tepat untuk berdo’a. Diantaranya :
1. Sepertiga akhir malam
Dari Abu hurairah r.a. Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya
Rabb kami yang maha berkah lagi maha tinggi turun setiap malam ke langit dunia
saat tersisa sepertiga malam yang terakhir, lalu berfirman : barangsiapa yang
berdo’a kepada-Ku , maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon kepada-Ku,
pasti akan Aku berikan. dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya
Aku akan mengampuninya.
2. Tatkala berbuka puasa
bagi orang yang berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a. bahwa dia mendengar
Rasulullah SAW. bersabda : “ sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat
berbuka ada do’a yang tidak ditolak.”
3. Saat sujud
Telah bersabda Rasulullah SAW. : “ Aku dilarang untuk membaca
Al-Qur’an ketika ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ agungkanlah Allah oleh
kalian didalam’a , dan ketika sujud, bersungguh-sungguhlah kalian di dalam’a u/
berdo’a karena ( pada waktu itu) layak bagi (do’a) kalian u/ dikabulkan.”
Allah SWT. berfirman: “Dan
sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada tuhan)” (Q.S : Al-Alaq : 19)
dan Rasulullah SAW.
bersabda :
أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رِبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوْا الدُعَاءَ
“ Yang terdekat seorang
hamba dari Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a” (HR.
Muslim)
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ لِلهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَ حَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيْئ
“kamu harus memperbanyak
sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sujud kepada Allah sekali kecuali
Allah angkat kamu satu derajat dan hapus darimu satu dosa.” (HR. Muslim)
4. Satu saat di
hari Jum’at.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خُلق آدم، وفيه أدخل الجنة، وفيه تيب عليه، وفيه أهبط إلى الأرض، وفيه تقوم الساعة”
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at.
Pada waktu itulah diciptakan Adam, dimasukkannya ia ke dalam surga, diterima
taubatnya (oleh Allah), diturunkannya ia ke bumi, dan ditegakkannya hari
kiamat”.(HR. Muslim)
وقال صلى الله عليه وسلم : “في يوم الجمعة ساعة لا يوافقها مسلم وهو قائم يصلي، يسأل الله خيراً إلا أعطاه”، وقال بيده، قلنا يقللها يزهدها
Telah bersabda
beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Pada hari Jum’at terdapat satu saat yang tidak ada seorang muslim
pun yang bertepatan berdiri melakukan shalat dan memohon kepada Allah kebaikan,
kecuali Allah akan memberikannya”. Beliau berisyarat dengan
tangannya. Kami (perawi) mengartikan bahwa beliau mengisyaratkan sebentarnya
waktu itu.(HR.Bukhari & Muslim)
Para ulama berbeda
pendapat mengenai waktu yang dimaksud oleh beliau ini. Ada yang mengatakan :
“Saat terbitnya matahari”. Sebagian lain mengatakan : “Saat zawal (tergelincirnya matahari di waktu siang)”.
Sebagian lagi berkata : “Saat adzan (dikumandangkan)”. Dikatakan : “Jika
Khathib telah naik mimbar lalu (mulai) berkhutbah”. Dikatakan pula : “Jika
orang-orang berdiri untuk melaksanakan shalat”.
Dan jumhur ulama
berpendapat bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah ‘Ashar.
Kemudian mereka
(jumhur ulama) pun berbeda pendapat dalam perinciannya tepatnya. Ada yang
mengatakan di awal waktu sore, adapula yang mengatakan di akhir waktu sore.
Perkataan terakhir inilah pendapat yang raajih dari sekian pendapat yang ada. Dalil
yang mendasarinya adalah perkataan Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam :
يوم الجمعة ثنتا عشرة – يريد ساعة – لا يوجد مسلم يسأل الله – تعالى – شيئاً إلا آتاه الله عز وجل؛ فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
“Hari Jum’at itu ada 12 –
maksudnya adalah 12 jam – yang tidaklah seorang seorang muslim didapati sedang
meminta (berdoa) sesuatu kepada Allah ta’ala kecuali Allah ‘azza wa jalla akan
mengabulkannya. Maka, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar”. (HR. Abu dawud)
5. Di akhir
shalat-shalat yang diwajibkan.
عن أبي أمامة قال : قيل : يا رسول الله أي الدعاء أسمع؟ قال جوف الليل الآخر، ودبر الصلوات المكتوبات.
Dari Abu Umaamah radliyallaahu ‘anhu : Dikatakan : “Wahai Rasulullah, kapankah
waktu yang paling baik saat doa dikabulkan ?”. Beliau bersabda : “Akhir waktu malam dan akhir shalat-shalat yang diwajibkan”.(HR.Tarmidzi)
Catatan : Para
ulama berselisih pendapat tentang makna duburush-shalah.
Sebagian ulama mengatakan maknanya adalah seusai shalat setelah salam. Sebagian
lain mengatakan maknanya adalah di akhir shalat sebelum salam.
6. Antara adzan
dan iqamat.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “لا يرد الدعاء بين الأذان والإقامة“.
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah ditolak doa yang
diucapkan antara adzan dan iqamat”.(HR. Au dawud & Tarmidzi)
7. Saat adzan
dikumandangkan.
وقال صلى الله عليه وسلم : “ثنتان لا تُردان أو قلَّ ما تردان: الدعاء عند النداء….”.
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan
ditolak atau jarang ditolak : “Doa saat adzan……”. (HR. Abu Dawud)
8. Saat bertemu
musuh (di medan perang/jihad fii sabiilillah).
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ثنتان لا تردان أو قَلَّ ما تردان : “…، وعند البأس حين يُلْحَمُ بعضه بعضاً”.
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan
ditolak atau jarang ditolak : “…..dan ketika perang saat dua pihak saling
menyerang”.( HR. Abu dawud)
9. Lailatul-Qadr.
Malam tersebut
merupakan waktu untuk meraih aneka macam kebaikan, dikabulkannya doa,
dilipatgandakannya (pahala) amal, digugurkannya beban (doa) yang berat. Amal
yang dilakukan pada waktu itu lebih baik daripada seribu bulan amal semisal
yang dilakukan di waktu selainnya. Allah ta’alaberfirman :
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik
dari seribu bulan”. (Q.S. Al- Qar ; 3)
yaitu : (lebih
baik daripada malam) yang tidak ada padanya Lailatul-Qadr. Dikatakan,
Lailatul-Qadr jatuh pada malam ke-27 Ramadlan. Ibnu ‘Abbas, habrul-ummah dan turjumanul-Qur’an, memilih pendapat ini. Pendapat ini
berdalil karena surat ini terdiri dari 30 kata, dan kata yang ke-27 adalah ayat
:
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Malam itu (penuh)
kesejahteraan sampai terbit fajar”.
Namun yang lebih
nampak dan lebih kuat, malam Lailatul-Qadr tidak tertentu waktunya. Wallaahu a’lam.
10. Saat safar.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : “ثلاث دعوات لا شك فيهن دعوة المسافر والمظلوم ودعوة الوالد على ولده”.
Telah bersabda
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada tiga doa yang tidak
diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan) : doa seorang musafir, doa orang yang
teraniaya/terdhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya”( Diriwayatkan oleh Ahmad 2/258 & 434,
Ath-Thayalisiy no. 2517, Ibnu Abi Syaibah 1/429, Ibnu Majah no. 3862, dan yang
lainnya; dihasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Musnad Ahmad 12/479-480.)
11. Saat berpuasa.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ثلاث دعوات لا ترد : دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر”.
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada tiga macam doa yang tidak
akan ditolak : doa orang tua (kepada anaknya), doa orang yang berpuasa, dan doa
seorang musafir”.( HR. Baihaqi)
12. Saat bulan
Ramadhan.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إن لله عتقاء في كل يوم وليلة لكل عبد منهم دعوة مستجابة”.
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya setiap hari Allah membebaskan (beberapa hamba-Nya
yang muslim dari api neraka) dari api neraka. Setiap muslim yang berdoa (di
waktu tersebut) pasti akan dikabulkan”. (Diriwayatkan oleh Ahmad 2/258 & 434, Ath-Thayalisiy
no. 2517, Ibnu Abi Syaibah 1/429, Ibnu Majah no. 3862, dan yang lainnya;
dihasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Musnad Ahmad 12/479-480. )
13. Doa yang dipanjatkan untuk seseorang
ketika orang tersebut tidak ada di hadapannya.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “دعوة المرء المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجابة؛ عند رأسه ملك موكل كلما دعا لأخيه بخير، قال الملك الموكل به: آمين ولك بمثل”.
Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Doa seorang muslim untuk
saudaranya yang tidak ada di hadapannya adalah mustajab. Di kepalanya terdapat
malaikat yang ditugaskan menjaganya. Setiap kali ia berdoa kebaikan untuk
saudaranya, maka malaikat yang menjaganya tersebut berkata : ‘amiin, dan bagimu
hal yang semisal”.(HR. Muslim)
14. Saat minum air
zamzam.
Air zamzam
merupakan air yang sangat diberkahi. Jika ia diminum sambil berdoa, maka insya
Allah akan dikabulkan sesuai dengan keinginannya. Diriwayatkan oleh Jaabir bin
‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu :
Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
زَمْزَمُ لِمَا شُرِبَ لَهُ
“Air zamzam itu menurut apa
yang diinginkan peminumnya”. (Diriwayatkan oleh
Ibnu Majah no. 3062 dan Ahmad 3/357. Ad-Dimyaathiy berkata : “Diriwayatkan oleh
oleh Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad hasan” [Al-Muttajar Ar-Raabih fii
Tsawaabil-‘Amalish-Shaalih oleh
Ad-Dimyaathiy, hal. 318, Baab Tsawaabu Syurbi Maai Zamzam]. Dishahihkan
oleh Al-Albaniy dalam Irwaaul-Ghaliil, 4/320 no. 1123]. )
15. Saat wuquf di
‘Arafah.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : خير الدعاء دعاء يوم عرفة
Telah bersabda
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik doa adalah doa
(yang dipanjatkan) pada hari ‘Arafah”.( HR. Tarmidzi & Ahmad )
16. Saat diguyur
hujan
قال النبي صلى الله عليه وسلم : ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء و تحت المطر
Telah bersabda
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan
ditolak : doa saat adzan berkumandang dan saat diguyur hujan”.( Diriwayatkan oleh
Al-Haakim 2/124, Al-Baihaqiy 3/360, Abu Dawud no. 2540, dan Ar-Ruwiyaaniy no.
1047 )
17. Terbangun dari
tidur yang sebelumnya dalam keadaan suci (berwudlu).
قال النبي صلى الله عليه وسلم : ما من مسلم يبيت على ذكر طاهرا فيتعار من الليل فيسأل الله خيرا من الدنيا والآخرة إلا أعطاه إياه
Telah bersabda
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah seorang muslim yang tidur dalam keadaan berdzikir lagi
suci, lalu ia terbangun di malam hari dan memohon (berdoa) kepada Allah
kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan memberikannya”. (HR. Abu dawud)
18. Saat mendengar
ayam jantan berkokok
قال النبي صلى الله عليه وسلم : “إذا سمعتم صياح الديكة من الليل فاسألوا الله من فضله فإنها رأت ملكا وإذا سمعتم نهيق الحمار من الليل فتعوذوا بالله من الشيطان فإنه رأى شيطانا“.
Telah bersabda
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila kalian mendengar ayam jantan berkokok di waktu malam,
maka mintalah anugrah kepada Allah, karena sesungguhnya ia melihat malaikat.
Namun apabila engkau mendengar keledai meringkik di waktu malam, maka mintalah
perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan, karena sesungguhnya ia telah
melihat syaithan”( HR. bukhari & Muslim)
19. Saat
memejamkan mata orang yang meninggal.
عن أم سلمة. قالت : دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم على أبي سلمة وقد شق بصره. فأغمضه. ثم قال “إن الروح إذا قبض تبعه البصر”. فضج ناس من أهله. فقال “لاتدعوا على أنفسكم إلا بخير. فإن الملائكة يؤمنون على ما يقولون….”.
Dari Ummu Salamah
ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk
menemui Abu Salamah (yang telah meninggal) dimana matanya masih dalam keadaan
terbuka. Lalu beliau memejamkannya, dan bersabda : “Sesungguhnya ruh itu jika dicabut akan diikuti oleh mata”.
Kemudian sejumlah orang dari anggota keluarganya ribut. Beliau pun lantas
bersabda : “Janganlah kalian mendoakan
diri kalian kecuali kebaikan. Karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang
kalian ucapkan…”. (HR . Muslim & Baihaqi)
Wallahu a’lam bi shawab.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
No comments:
Post a Comment